Prosedur Pemeliharaan Berkala, Diagnosis Awal, dan Perawatan Sistem EFI Sesuai Standard Operating Procedure (SOP)

More Info:

[CONTOH] BANK SOAL DAN PEMBAHASANNYA


Nama Sekolah:..........................................
Mata Pelajaran:Teknik Otomotif
Kelas / Jurusan:Kelas 10 - FASE E / Otomotif
Topik:Pemeliharaan Mesin EFI
Alokasi Waktu:90 Menit
Jenis Soal:Pilihan Ganda dan Essay
Jenis Evaluasi:Ulangan Harian
Komponen EFI - Prosedur Pemeliharaan Berkala, Diagnosis Awal, dan Perawatan Sistem EFI Sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP)

IDENTITAS SISWA:

Nama: ............................................

Kelas: ..............................................


Tujuan Evaluasi

  1. Peserta didik mampu mengidentifikasi komponen-komponen utama beserta fungsi pada sistem Electronic Fuel Injection (EFI) dengan tepat.
  2. Peserta didik mampu menjelaskan prinsip kerja dan aliran bahan bakar serta udara pada mesin EFI secara runut.
  3. Peserta didik mampu menerapkan prosedur pemeliharaan berkala, diagnosis awal, dan perawatan sistem EFI sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP).

A. Soal Pilihan Ganda

  • Jawablah soal-soal berikut ini dengan memberi tanda silang (x) pada jawaban A, B, C, D, atau E yang dianggap paling benar...!
  • Kerjakan dengan jujur dan teliti...!

  1. Sensor yang berfungsi untuk mengukur suhu air pendingin mesin guna menyesuaikan campuran bahan bakar saat kondisi dingin adalah...
A. Mass Air Flow (MAF) SensorD. Engine Coolant Temperature (ECT) Sensor
B. Throttle Position Sensor (TPS)E. Crankshaft Position Sensor (CKP)
C. Intake Air Temperature (IAT) Sensor
  1. Komponen yang bertindak sebagai "otak" dalam sistem EFI untuk memproses data dari sensor dan mengontrol kerja aktuator adalah...
A.Fuel Pressure Regulator
B.Electronic Control Unit (ECU) / Electronic Control Module (ECM)
C.Idle Air Control (IAC) Valve
D.Ignition Coil Assembly
E.Main Relay System
  1. Perbedaan utama antara tipe EFI tipe L (L-EFI) dan tipe EFI tipe D (D-EFI) terletak pada cara mendeteksi jumlah udara masuk. Tipe D-EFI mengukur jumlah udara yang masuk berdasarkan...
A.Kecepatan aliran udara menggunakan sensor Air Flow Meter secara langsung.
B.Bukaan katup gas throttle yang dideteksi oleh Throttle Position Sensor.
C.Tekanan kevakuman di dalam Intake Manifold menggunakan Manifold Absolute Pressure (MAP) Sensor.
D.Kadar oksigen pada saluran buang (exhaust manifold) menggunakan O2 Sensor.
E.Suhu udara yang masuk ke dalam filter udara melalui IAT Sensor.
  1. Komponen dalam sistem bahan bakar EFI yang berfungsi untuk menjaga tekanan bahan bakar pada rel bahan bakar (fuel rail) agar tetap stabil konstan terhadap tekanan intake manifold adalah...
A. Fuel PumpD. Fuel Pulsation Damper
B. InjectorE. Charcoal Canister
C. Fuel Pressure Regulator
  1. Perhatikan diagram alur sistem bahan bakar mesin EFI sederhana berikut:
Tangki BB Pompa BB Filter BB [ X ] Injektor
Dalam alur kerja sistem bahan bakar di atas, komponen yang tepat untuk mengisi posisi [ X ] adalah...
A. Delivery Pipe / Fuel RailD. Throttle Body
B. Intake ManifoldE. Air Flow Meter
C. Charcoal Canister
  1. Pada pengujian tekanan bahan bakar mesin EFI menggunakan fuel pressure gauge, didapatkan hasil pengukuran tekanan sistem sebesar P=290 kPaP = 290 \text{ kPa}. Jika spesifikasi standar pabrik menetapkan tekanan ideal berada pada rentang 250 kPa≤P≤310 kPa250 \text{ kPa} \le P \le 310 \text{ kPa}, maka kesimpulan diagnosis kondisi sistem bahan bakar tersebut adalah...
A.Tekanan bahan bakar terlalu tinggi, perlu mengganti Pressure Regulator.
B.Tekanan bahan bakar normal dan sesuai dengan spesifikasi standar operasional.
C.Tekanan terlalu rendah, menunjukkan adanya penyumbatan pada filter bahan bakar.
D.Pompa bahan bakar mengalami kerusakan mekanis internal.
E.Injektor mengalami kebocoran konstan sehingga tekanan turun.
  1. Seorang teknisi otomotif melakukan pemeliharaan pada mesin EFI yang mengalami kendala putaran idle tidak stabil (mesin pincang/hunting). Ketika soket kabel Throttle Position Sensor (TPS) dilepas, mesin tidak mengalami perubahan respons. Langkah awal pemeriksaan kelistrikan yang paling tepat adalah...
A.Mengganti langsung seluruh unit ECU dengan yang baru.
B.Memeriksa kontinuitas saluran kabel harness dan tegangan referensi (5V) pada terminal TPS.
C.Membersihkan filter udara menggunakan udara bertekanan kompresor.
D.Menguras seluruh tangki bahan bakar dan mengganti bensin.
E.Setel ulang celah platina pada distributor pengapian.
  1. Komponen aktuator yang berfungsi untuk mengatur jumlah udara yang masuk melintasi saluran bypass katup gas saat mesin bekerja pada posisi idle (tanpa menekan pedal gas) adalah...
A. Oxygen SensorD. Idle Air Control (IAC) / ISC Valve
B. Knock SensorE. Variable Valve Timing Actuator
C. EGR Valve
  1. Ketika lampu Malfunction Indicator Lamp (MIL) pada instrumen dashboard menyala saat mesin hidup, hal ini menunjukkan bahwa...
A.Bahan bakar di dalam tangki sudah mencapai batas cadangan minimum.
B.Sistem pengisian baterai/aki mengalirkan tegangan berlebih.
C.ECU mendeteksi adanya malafungsi/gangguan pada salah satu sensor atau aktuator sistem EFI.
D.Oli mesin perlu diganti karena telah mencapai jarak tempuh berkala.
E.Suhu air pendingin berada di bawah derajat operasional normal.
  1. Saat melakukan perawatan rutin pembersihan Throttle Body pada kendaraan EFI, alat diagnosis diagnostik elektronik yang digunakan untuk membaca kode gangguan (DTC) dan melihat data stream live sensor secara realtime adalah...
A. Multitester / AvometerD. Diagnostic Scan Tool / Scanner EFI
B. Timing LightE. Gas Analyzer
C. Compression Tester

B. Soal Essay

  1. Jelaskan 3 (tiga) sub-sistem utama yang membentuk kelengkapan sistem kerja Electronic Fuel Injection (EFI) beserta fungsi singkat dari masing-masing sub-sistem tersebut!
  1. Uraikan perbedaan prinsip kerja dan komponen pengukur udara antara sistem EFI tipe D (D-EFI) dan sistem EFI tipe L (L-EFI)!
  1. Jelaskan langkah-langkah Standard Operating Procedure (SOP) keselamatan kerja dan teknis yang harus dilakukan sebelum membongkar/melepas komponen saluran bahan bakar bertekanan pada mesin EFI!
  1. Sebuah mobil dengan sistem EFI mengalami gejala sulit dihidupkan saat kondisi mesin dingin, tetapi mudah dihidupkan jika suhu mesin sudah panas. Analisis sensor apakah yang kemungkinan besar mengalami kerusakan/gangguan, dan jelaskan alasannya!
  1. Mengapa perawatan berkala pembersihan unit *Throttle Body* dan injektor sangat penting pada mesin EFI? Jelaskan dampak yang terjadi pada kinerja mesin jika kedua bagian tersebut kotor atau tersumbat!

C. Jawaban dan Pembahasan

Kunci Jawaban Pilihan Ganda:

  1. D
    • Pembahasan: Engine Coolant Temperature (ECT) sensor mengukur suhu air pendingin mesin. Data ini dikirim ke ECU untuk memperkaya campuran bahan bakar (choke elektronik) ketika mesin dalam kondisi dingin.
  2. B
    • Pembahasan: Electronic Control Unit (ECU) merupakan unit pengontrol elektronik pusat yang menerima input sinyal sensor, mengolah data, dan mengirim perintah ke aktuator.
  3. C
    • Pembahasan: Tipe D-EFI (Manifold Pressure Control Type) mengukur jumlah intake udara berdasarkan tingkat kevakuman di intake manifold menggunakan Manifold Absolute Pressure (MAP) sensor. Sedangkan L-EFI menggunakan Air Flow Meter (MAF).
  4. C
    • Pembahasan: Fuel Pressure Regulator bertugas mempertahankan perbedaan tekanan bahan bakar pada injector dan intake manifold agar berada pada tekanan konstan (sekitar 2.5−3.0 kg/cm22.5 - 3.0 \text{ kg/cm}^2).
  5. A
    • Pembahasan: Berdasarkan diagram aliran bahan bakar: Tangki →\rightarrow Pompa →\rightarrow Filter →\rightarrow Delivery Pipe (Fuel Rail) →\rightarrow Injektor. Maka komponen [X] adalah Delivery Pipe/Fuel Rail.
  6. B
    • Pembahasan: Tekanan terukur 290 kPa290 \text{ kPa} berada dalam rentang toleransi standar spesifikasi (250 kPa≤P≤310 kPa250 \text{ kPa} \le P \le 310 \text{ kPa}), sehingga kondisi sistem tekanan bahan bakar berada dalam keadaan normal.
  7. B
    • Pembahasan: Langkah diagnosis kelistrikan mendasar adalah memeriksa kontinuitas kabel (wiring harness) serta memastikan adanya tegangan referensi input (biasanya 5V5\text{V}) dari ECU ke sensor TPS sebelum memvonis kerusakan komponen lain.
  8. D
    • Pembahasan: Idle Air Control (IAC) atau Idle Speed Control (ISC) valve mengatur besarnya volume udara bypass saat katup throttle tertutup rapat agar putaran idle mesin tetap stabil.
  9. C
    • Pembahasan: Lampu Malfunction Indicator Lamp (MIL) atau Check Engine menyala untuk memberitahukan pengemudi bahwa ECU mendeteksi adanya kegagalan fungsi atau sinyal tidak normal pada sistem kontrol elektronik (sensor/aktuator).
  10. D
    • Pembahasan: Diagnostic Scan Tool (Scanner EFI) digunakan untuk berkomunikasi langsung dengan ECU melalui port OBD/DLC guna membaca koden DTC, melihat sensor data stream, serta melakukan proses *reset* atau *calibration*.

Kunci Jawaban Essay:

  1. Tiga Sub-Sistem Utama EFI:

    • Sistem Bahan Bakar (Fuel System): Berfungsi menyalurkan dan menekan bahan bakar dari tangki menuju injektor dengan tekanan terukur konstan.
    • Sistem Induksi Udara (Air Induction System): Berfungsi menyaring dan mengatur jumlah udara bersih yang masuk ke dalam silinder mesin.
    • Sistem Kontrol Elektronik (Electronic Control System): Berfungsi mengukur kondisi kerja mesin melalui sensor-sensor, memproses data via ECU, serta mengontrol penyemprotan bahan bakar dan waktu pengapian melalui aktuator.
  2. Perbedaan D-EFI dan L-EFI:

    • D-EFI (D-Jetronic): Mengukur volume udara masuk secara tidak langsung berdasarkan tekanan/kevakuaman di intake manifold menggunakan sensor MAP (Manifold Absolute Pressure).
    • L-EFI (L-Jetronic): Mengukur volume/massa aliran udara secara langsung yang masuk ke saluran intake menggunakan sensor MAF (Mass Air Flow) / Air Flow Meter.
  3. SOP Pembebasan Tekanan Bahan Bakar:

    • Cabut sakelar/sekring (fuse) atau relay pompa bahan bakar (Fuel Pump Relay).
    • Start/hidupkan mesin beberapa detik hingga mesin mati sendiri karena kehabisan bahan bakar pada saluran.
    • Putar kunci kontak ke posisi OFF dan lepas kabel negatif baterai/aki.
    • Buka tutup pengisian tangki bahan bakar untuk membuang tekanan sisa di dalam tangki.
    • Gunakan kain lap penampung di bawah sambungan bahan bakar saat membuka selang untuk mengantisipasi tetesan sisa bensin.
  4. Analisis Malafungsi Sensor:

    • Sensor Terkait: Engine Coolant Temperature (ECT) Sensor.
    • Alasan: Saat kondisi dingin, mesin membutuhkan campuran bahan bakar yang lebih kaya (penambahan volume injeksi). Jika ECT sensor rusak atau sinyalnya tertahan membaca suhu panas, ECU tidak akan menambah semprotan bahan bakar sehingga mesin menjadi sangat sulit dihidupkan saat dingin.
  5. Pentingnya Perawatan Throttle Body dan Injektor:

    • Pentingnya Perawatan: Menjaga kebersihan saluran udara dari jelaga/karbon serta memastikan lubang *nozzle* injektor tidak tersumbat agar pengkabutan bensin tetap sempurna (homogen).
    • Dampak Jika Kotor: Putaran idle mesin menjadi kasar/pincang, akselerasi tersendat-sendat (hesitation), efisiensi bahan bakar menurun (boros), daya mesin berkurang, dan emisi gas buang meningkat secara drastis.


.............................., ........................................

[ DOWNLOAD ]

Paraf Guru Pengampu: ______________________ Nilai: _____________

Powered by Blogger.