Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Cara Pencegahannya

More Info:

Demam Berdarah dan Cara Pencegahannya
Sejarah DBD, Ciri-ciri, Penyebab, Pengobatan dan Cara Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), serta Cara Memberantas Nyamuk Aedes Aegypti


Nyamuk Aedes Aegypti dan Virus Dengue

Demam berdarah termasuk salah satu jenis penyakit yang cukup berbahaya bagi kehidupan manusia. Penyakit demam berdarah disebabkan oleh salah satu jenis virus yang disebarkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Virus penyebab demam berdarah ini adalah virus dengue, yang dapat menyebabkan menurunnya kadar trombosit pada tubuh manusia. Apabila seseorang yang terinfeksi virus dengue tidak segera diobati akan dapat mengakibatkan pecahnya pembuluh kapiler darah sehingga akan menyebabkan kematian.

Gejala penyakit ini biasanya penderita merasa demam atau panas tinggi secara mendadak, sakit kepala, timbul bercak-bercak memerah pada kulit, dan mimisan. Apabila penyakit ini mencapai tingkat yang lebih tinggi (kronis) maka terjadi pendarahan pada beberapa organ tubuh si penderita. Terjadinya pendarahan pada tubuh penderita demam berdarah karena terinfeksi oleh virus dengue. Infeksi virus dengue ini yang mengakibatkan penurunan jumlah zat pembeku darah (trombosit). Dalam waktu beberapa hari saja keadaan penderita demam berdarah dapat terlihat parah.


Sejarah dan Peta penyebaran DBD

Penyakit demam berdarah atau demam dengue sudah dikenal sejak abad ke XVII, terutama di daerah tropis dan sub tropis. Semula demam berdarah tidak dianggap sebagai penyakit yang berbahaya bagi masyarakat. Penyakit ini pada waktu itu hanya disebut sebagai penyakit demam lima hari (panas vander scheer).
Kemudian setelah tahun 1954 rupanya virus dengue telah berubah sifat (mutasi) menjadi virus dengue yang ganas. Saat itu di Filipina penyakit demam berdarah ini menelan banyak korban. Pada tahun 1958 penyakit yang sama menyebar ke Vietnam Utara, ke Thailand, India dan ke Indonesia. Berikutnya pada tahun 1971 penyebaran penyakit demam berdarah meluas ke benua Pasifik Barat seperti: Melanesia, Polinesia, Papua Nugini, Kakedonia Baru, Gilbert dan Elicrw, Fuji serta New Island. Sehingga hampir semua daerah tropis dan sub tropis pernah terserang penyakit demam berdarah atau demam dengue, dan pada saat itu pula virus dengue termasuk virus yang ganas, yang perlu ditangani lebih serius.

Di Indonesia penyakit demam berdarah ini pertama kali ditemukan di Surabaya pada tahun 1968. Saat itu terdapat 58 kasus dengan 24 anak meninggal, dan sejak saat itu wabah penyakit demam berdarah menyebar ke seluruh pelosok Indonesia.


Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD)

Penyakit demam berdarah yang disebabkan oleh virus ini dapat menyerang siapa saja, dari tingkat anak-anak hingga orang dewasa.
Pada umumnya penderita demam berdarah sebelumnya mengalami gejala yang sangat bervariasi. Mulai demam ringan sampai gejala yang paling berat, seperti: Si penderita mengalami muntah-muntah atau berak darah. Biasanya penderita demam berdarah yang dialami oleh bayi atau anak-anak, ditandai dengan ruam-ruam pada kulit.

Gejala Demam Berdarah - DBD

Beberapa Gejala Demam Berdarah


Demam berdarah pada anak yang lebih besar sampai orang dewasa, biasanya ditandai dengan gejala seperti berikut:

  • Si penderita dimulai dari demam tinggi secara tiba-tiba, kurang lebih mencapai 39°C - 40°C.
  • Selama 2-7 hari penderita merasa sakit kepala yang hebat.
  • Pada kulit tangan atau kaki penderita demam berdarah terlihat bercak-bercak merah.
  • Apabila mau menelan sesuatu terasa nyeri di perut, sehingga merasa mual-mual dan muntah-muntah.
  • Kalau penderita cukup parah maka sering mengalami pendarahan di hidung (mimisan).

Pada umumnya gejala demam berdarah dapat dikelompokkan menjadi 2 tahap, yaitu:

  1. Gejala awal penderita demam berdarah, meliputi:
    1. Mendadak panas tinggi selama 2 sampai dengan 7 hari
    2. Tampak lemah dan lesu
    3. Sering terasa nyeri di ulu hati
    4. Tampak bintik-bintik merah pada kulit dan mulut.
  2. Gejala lanjutan, meliputi:
    1. Bila sudah parah penderita gelisah, tangan dan kakinya dingin disertai keluar keringat
    2. Kadang-kadang terjadi pendarahan di hidung (mimisan)
    3. Terjadi muntah-muntah dan berak darah


Nyamuk dan Virus Penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)

Penderita demam berdarah disebabkan oleh virus dengue, yang disebarkan dengan perantaraan nyamuk Aedes Aegypti atau Aedes Ebopictus. Nyamuk ini berkeliaran dimana-mana secara bebas dan gigih untuk mencari mangsanya demi kelangsungan hidupnya. Biasanya nyamuk Aedes yang menggigit tubuh manusia adalah nyamuk betina, sedangkan nyamuk jantannya suka dengan aroma yang manis pada tumbuh-tumbuhan.

Nyamuk Aedes Aegypti dan Virus Dengue


Nyamuk Aedes ini menggigit atau menghisap darah secara berganti-ganti, sehingga dalam waktu yang tidak begitu lama banyak penderita yang terinfeksi virus dengue.
Nyamuk Aedes berkembang biak di tempat-tempat seperti: bak mandi, tempayan, vas bunga yang ada airnya, tempat minuman burung, dan di barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan.


Ciri-ciri Nyamuk Aedes Aegypti

Ciri-ciri nyamuk Aedes aegypti yang menyebarkan penyakit demam berdarah dengue (DBD), adalah sebagai berikut :
  • Badannya kecil, warna hitam dengan bintik-bintik putih.
  • Hidup di dalam dan di sekitar rumah.
  • Berkeliaran di siang hari
  • Menggigit atau menghisap darah pada siang hari.
  • Senang hinggap pada pakaian yang digantung dalam kamar
  • Bersarang dan bertelur di genangan air jernih di dalam dan di sekitar rumah, seperti : di bak mandi, tempayan, vas bunga, tempat minum burung, di perangkap semut, tempurung kelapa dan di barang-barang bekas yang dapat terisi air hujan.


Cara Penyebaran Demam Berdarah

Penyait demam berdarah yang disebabkan oleh virus Dengue, disebarluaskan oleh nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk Aedes ini akan menjadi penular virus apabila darah yang dihisap oleh nyamuk Aedes berasal dari orang yang sudah terinfeksi virus dengue. Kemudian nyamuk tersebut berpindah-pindah untuk menggigit orang lain, maka orang yang digigitnya itu akan ikut terinfeksi virus dengue, dengan ditandai rasa demam tinggi secara tiba-tiba.

Menurut penjelasan dari Dinas Kesehatan, nyamuk Aedes aegypti biasanya menggigit pada saat pagi, siang dan sore hari. Sedangkan pada malam hari beristirahat di tempat-tempat yang gelap seperti celah-celah lipatan baju yang digantung di kamar, sambil membuat telur di dalam tubuhnya. Kemudian nyamuk akan mencari tempat yang berair untuk bertelur. Setelah bertelur nyamuk akan beraktivitas lagi mencari darah untuk mematangkan telurnya, dan ini berlangsung setiap 2-3 hari secara terus menerus.


Siklus Penyebaran Virus Dengue

Siklus hidup penyebaran Virus Dengue dapat terjadi melalui beberapa tahap, yaitu:
  1. Nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi dengue menggigit manusia
  2. Virus berkembang pada jaringan dekat titik inokulasi atau Lymph node
  3. Virus keluar dari jaringan ini dan menyebar melalui darah untuk menginfeksi sel-sel darah putih
  4. Virus keluar dari sel darah putih dan bersirkulasi di darah
  5. Nyamuk lain menggigit dan tertular
  6. Virus berkembang di perut nyamuk
  7. Virus berkembang di kelenjar ludah
  8. Sistem kekebalan tubuh merusak sel-sel yang terinfeksi
  9. Jika sel yang terinfeksi sedikit, demam berlangsung enam sampai tujuh hari
  10. Jika sel yang terinfeksi banyak, demam akan lebih parah dan pendarahan lebih banyak.


Diagnosis untuk Mengetahui Serangan DBD

Untuk memastikan bahwa seseorang itu terserang penyakit demam berdarah maka perlu diadakan diagnosis secara klinis. Pertama-tama perlu melakukan diagnosis secara umum dengan cara mengamati gejala yang diderita oleh penderita, misalnya:
  • Mengalami demam tinggi selama 2 sampai dengan 7 hari, disertai kurang nafsu makan, nyeri pada persendian, serta sakit kepala.
  • Perdarahan pada kulit dengan munculnya bercak-bercak merah pada tangan, perdarahan pada tenggorokan, gusi dan mimisan.
  • Nyeri pada pencernaan tetapi tidak ada gejala kuning.
  • Terjadi syok atau pingsan pada hari ke-3 sampai hari ke-7 secara berulang-ulang.

Beberapa gejala kronis yang bisa ditimbulkan akibat DBD:

  • Terjadi kenaikan jumlah hemotokrit meningkat hingga sedikitnya 20% diatas rata-rata.
  • Terjadi peningkatan pada denyut jantung
  • Kulit pucat dan dingin
  • Denyut nadi melemah
  • Terjadi perubahan derajat kesadaran, terlihat ngantuk dan tertidur secara terus menerus
  • Urine sangat sedikit

Apabila penderita sudah mencapai gejala kronis, maka pada penderita demam berdarah ini harus diadakan pengobatan dengan segera.


Pengobatan DBD

Setelah didiagnosis dan telah ditetapkan bahwa seseorang terinfeksi virus dengue (demam berdarah) maka pada penderita ini harus segera dilakukan pengobatan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi akibat DBD, misalnya:
  • Untuk mengatasi demam (yang mencapai 39°C) dapat diberikan parasetamol, paling banyak 6 dosis dalam 24 jam
  • Untuk mengganti cairan yang hilang, sebagai pertolongan pertama dapat diberi oralit atau diberi jus buah-buahan
  • Apabila kadar hemotokrit turun sampai 40% maka harus di infus NaCl atau ringer, sesuai kebutuhan dan dapat ditambah plasma, larutan garam fisiologis, dan glukosa
  • Antibiotik dapat diberikan apabila terjadi infeksi sekunder
  • Oksigen dapat diberikan pada saat penderita Syok atau pingsan
  • Transfusi darah diberikan apabila penderita mengalami pendarahan yang signifikan.


PERHATIKAN DI SAAT PENGOBATAN
Yang perlu diperhatikan pada saat pemberian cairan pengganti atau infuse, harus diawasi selama 24 jam sampai dengan 48 jam, dan dihentikan setelah penderita terrehidrasi, dengan ditandai jumlah urine cukup, denyut nadi yang kuat dan tekanan darah membaik.
Apabila pemberian cairan intravena diteruskan setelah ada tanda-tanda tersebut akan terjadi overhidrasi yaitu dapat mengakibatkan meningkatnya jumlah cairan dalam pembuluh darah, edema paru-paru dan gagal jantung.



Cara Pencegahan Penyakit Demam Berdarah

Demam berdarah dapat dicegah dengan memberantas jentik-jentik nyamuk Demam Berdarah (Aedes aegypti) dengan cara melakukan PSN (Pembersihan Sarang Nyamuk)

Cara Pencegahan dan Memberantas Penyakit Demam Berdarah

Cara Pencegahan dan Memberantas Penyakit Demam Berdarah


Upaya ini merupakan cara yang terbaik, ampuh, murah, mudah dan dapat dilakukan oleh siapapun dengan cara sebagai berikut:

  1. Bersihkan (kuras) tempat penyimpanan air (seperti: bak mandi / WC, drum, dan lain-lain) sekurang-kurangnya seminggu sekali. Gantilah air di vas bunga, tempat minum burung, perangkap semut dan lain-lain sekurang-kurangnya seminggu sekali
  2. Tutuplah rapat-rapat tempat penampungan air, seperti tempayan, drum, dan lain-lainagar nyamuk tidak dapat masuk dan berkembang biak di tempat itu
  3. Kubur atau buanglah pada tempatnya barang-barang bekas, seperti kaleng bekas, ban bekas, botol-botol pecah, dan lain-lain yang dapat menampung air hujan, agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
    Potongan bambu, tempurung kelapa, dan lain-lain agar dibakar bersama sampah lainnya.
  4. Tutuplah lubang-lubang pagar pada pagar bambu dengan tanah atau adukan semen.
  5. Lipatlah pakaian/kain yang bergantungan dalam kamar agar nyamuk tidak hinggap disitu.
  6. Untuk tempat-tempat air yangtidak mungkin atau sulit dikuras, taburkan bubuk ABATE ke dalam genangan air tersebut untuk membunuh jentik-jentik nyamuk.
Ulangi hal ini setiap 2-3 bulan sekali


Cara Memberantas Nyamuk Aedes Aegypti

Ada banyak cara untuk memberantas nyamuk Aedes aegypti, antara lain dengan cara:
  1. Penyemprotan dengan menggunakan zat kimia
  2. Pengasapan dengan insektisida
  3. Memutus daur hidup nyamuk dengan menggunakan ovitrap dan memberi ikan cupang di tempat penampungan air.

Untuk memberantas jentik-jentik nyamuk dapat menggunakan serbuk ABATE, dengan komposisi takaran sebagai berikut: Untuk 10 liter air cukup dengan 1 gram serbuk ABATE.
Bila memerlukan ABATE kurang dari 10 gram, maka dapat dilakukan sebagai berikut:

  • Ambil 1 sendok makan ABATE dan tuangkan pada selembar kertas
  • Lalu bagilah ABATE menjadi 2, 3, atau 4 bagian sesuai dengan takaran yang dibutuhkan


Setelah dibubuhkan ABATE maka:

  1. Selama 3 bulan bubuk ABATE dalam air tersebut mampu membunuh jentik Aedes aegypti
  2. Selama 3 bulan bila tempat penampungan air tersebut akan dibersihkan/diganti airnya, hendaknya jangan menyikat bagian dalam dinding tempat penampungan air tersebut
  3. Air yang telah dibubuhi ABATE dengan takaran yang benar, tidak membahayakan dan tetap aman bila air tersebut diminum.




Sumber Materi

Sumber materi dalam bentuk file swf bisa di download pada link: https://my-diaryzone.blogspot.com/2018/12/nyamuk-aedes-aegypti-dan-virus-dengue.html
Powered by Blogger.